Rabu, 08 Januari 2020

Museum Ullen Sentalu Unik, Ternyata Ini Dalamnya


Hari Minggu tanggal 29 Desember 2019 saat last days liburan semester.  Kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat lokal yang memiliki nilai sejarah.  Banyak hal-hal tersembunyi yang menarik untuk diketahui. Salah satunya adalah museum. Seperti kita ketahui museum adalah sebuah tempat menyimpan peninggalan bersejarah berupa budaya, sumber ilmu pengetahuan dan informasi bagi generasi yang akan datang.
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki daftar lengkap berbagai museum. Diantaranya adalah Museum budaya, museum seni, museum senjata, museum batik dan masih banyak lagi.

Destinasi wisata museum keren di Yogyakarta memang tidak ada habisnya. Salah satunya adalah Museum Ullen Sentalu yang berada di utara kota Yogyakarta. Lokasinya tersembunyi di tengah hijaunya alam Jogja tepatnya di kawasan Kaliurang, lereng Gunung Merapi. Melansir dari natonalgeographic.co.id, Museum Ullen Sentalu pernah dianugerahi gelar museum terbaik se-Indonesia. Pemberian gelar ini berdasarkan pada pilihan situs terkemuka Trip Advisor. Ini juga yang jadi alasan kenapa harus berkunjung ke Museum Ullen Sentalu kalau sedang berlibur ke Jogja. 

Museum Ullen Sentalu mengenalkan sejarah Keraton Solo dan Yogyakarta. Museum ini banyak mengisahkan tentang peradaban Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi 4 keraton di Solo dan Yogyakarta, yaitu Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Yuk kita telusuri perjalanannya !

Lokasi


Museum Ullen Sentalu berlokasi di Jalan Kaliurang Km. 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta. Cara menuju Museum Ullen Sentalu menggunakan kendaraan pribadi adalah dengan mengikuti Jalan Kaliurang ke arah utara sepanjang 18 km.

Sekitar 2 km setelah Gerbang Kaliurang tiba di pertigaan Patung Udang, ambil jalan arah kiri atau utara 500 meter, kemudian sampai di pertigaan dan ambil jalan ke kanan sekitar 700 meter.




1.    Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Museum Ullen Sentalu bisa kita dapatkan sebesar Rp 40.000 untuk pengunjung domestik dewasa dan Rp 20.000 untuk pengunjung domestik anak.

Untuk pengunjung mancanegara dewasa dikenakan biaya masuk sebesar Rp 100.000 sementara pengunjung mancanegara anak Rp 60.000.

Museum Ullen Sentalu buka pada hari Selasa-Jumat pukul 08.30-16.00 WIB, Sabtu-Minggu pukul 08.30-17.00 WIB, dan tutup pada hari Senin.

Loket pembelian tiket berada di lantai dasar gedung yang unik dan bernuansa kental budaya Jawa.



2Peraturan di Museum Ullen Sentalu

Perjalanan di lanjutkan ke lantai atas , dimana kita harus check in. Waktu ke lokasi bertepatan dengan hari libur, jadi pengunjungnya banyak sekali dan dapat nomor antri kloter 43… wow. Satu kelompok terdiri dari 25 orang, yang kemudian akan dipandu oleh seorang Guide.
Ada beberapa peraturan yang harus ditaat, yaitu tidak diperkenankan menyentuh  koleksi, merekam penjelasan tour guide dan memotret.
.

3Sejarah Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu digagas oleh keluarga Haryono yang berasal dari Yogya pada tahun 1985.  Museum ini diresmikan pada 1 Maret 1997 oleh Menteri Pariwisata era orde baru yaitu Bapak Joop Ave.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa yaitu 'Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku' yang berarti 'nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.

Blencong adalah adalah alat penerangan yang berfungsi menghidupkan bayangan wayang pada kelir pagelaran wayang kulit. Simbol ini merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.

4Goa Selo Giri


Bagian pertama yang akan dikunjungi di Ullen Sentalu adalah Ruang Selamat Datang yang kental dengan unsur kayu dan batu (Goa Selo Giri) serta pepohonan yang asri. Pada bagian ini terdapat tulisan tentang latar belakang pendirian Ullen Sentalu.

Arsitektur bangunan Ullen Sentalu kerap menuai pujian dari para pengunjung. Terinsipirasi bangunan istana di Eropa abad pertengahan yang identik dengan gaya gothic, menjadikan Ullen Sentalu sangat unik dan berbeda dibandingkan museum lainnya di Indonesia.

5Koleksi


Museum Ullen Sentalu ini memiliki sembilan ruang yang masing-masing memiliki kegunaan berbeda. Beberapa ruangan tersebut di antaranya:
  •  Ruang Selamat Datang, ruangan yang merupakan area penyambutan tamu atau pengunjung museum.
  • Ruang Seni Tari dan Gamelan, di sini Kamu akan menemukan seperangkat gamelan yang merupakan hadiah hibah dari seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.
  • Ruang Guwa Sela Giri, ruangan bawah tanah yang memamerkan karya lukisan dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.
  • ·        Ruang Syair (Balai Sekar Kedaton), tempat di mana syair-syair yang ditulis oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947 ditampilkan. GRAj Koes Sapariyam konon dulunya lebih dikenal dengan sebutan Tineke, yang kisah cintanya tak direstui orang tuanya. Dan para kerabat serta sahabatnya banyak mengirim surat penyemangat untuknya. Namun pada akhirnya, Putri Tineke ini melepas status ningratnya untuk mengejar cinta.
  • Royal Room Ratu Mas, ruangan khusus yang dipersembahkan untuk permaisuri Sunan Paku Buwana X.
  • Ruang Batik Vorstendlanden, ruangan ini banyak menyimpan koleksi batik. 
  • Ruang Batik Pesisiran, hampir sama dengan Ruang Batik Vorstendlanden yang juga menyimpan koleksi batik. 
  • Ruang Putri Dambaan, yang menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII, Gusti Nurul dari kecil hingga menikah. Semasa hidupnya, Gusti Nurul ini dikenal sebagai seorang putri bangsawan Jawa yang anti poligami, cerdas dan lihai menari. Bahkan ia juga pernah menari di Belanda pada tahun 1937 di pernikahan putri Juliana, uniknya gamelan di mainkan di Jogjakarta live show melalui radio. Gusti Nurul pernah hendak dipersunting oleh empat tokoh terkenal, yaitu Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Namun keempatnya ditolak, dan ia memilih untuk menikah dengan seorang tentara. 
  •  Sasana Sekar Bawana, yang berisi beberapa lukisan raja Mataram.

6Hidangan Wedang Ratu Mas

Setelah melewati beberapa area museum, Tour Guide akan mempersilahkan pengunjung untuk istirahat sebentar dan menikmati hidangan  minuman Wedang Ratu Mas.
Sebutan “Ratu Mas” ini diambil dari nama permaisuri Sri Susuhunan Pakubuwono X. Konon katanya, ramuan minuman ini dipercaya dapat membuat orang awet muda sama seperti paras sang permaisuri. Penasaran bagaimana rasanya?


1Area Foto


Foto koleksi Museum Ullen Sentalu sulit didapatkan karena peraturan yang tidak memperbolehkan pengunjung untuk mengambil gambar dalam bentuk apapun di hampir seluruh area museum. 
Tapi jangan khawatir, ada beberapa spot khusus yang disediakan untuk berfoto. Salah satunya adalah di area replika relief yang dibuat miring, menggambarkan keprihatinan terhadap penurunan minat generasi muda akan seni dan budaya Jawa.